top of page

travelterus

Sampai Duit Habis

TravelTerus Logo.png

The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel Jakarta

Updated: May 11, 2023

Halo guys, kembali lagi dengan saya dan review hotelnya. Kali ini masih di Jakarta, saya ingin sharing tentang pengalaman menginap di hotel The Hermitage yang berlokasi di daerah Menteng ini. Sebelum menginap disini, saya sejujurnya pernah beberapa kali berkunjung ke dalam hotel ini dalam rangka kerjaan, dan ternyata memang interiornya menurut saya sangat unik dan indah. Dan mumpung ketika saya ada keperluan ke Jakarta, saya sempatkan untuk menginap di hotel ini.


Facade dari hotel The Hermitage Jakarta

Kira-kira seminggu sebelum kedatangan, saya coba untuk book hotel ini melalui aplikasi Marriott Bonvoy di iPhone. Sejujurnya saya sendiri lumayan berat hati ketika melihat harga kamar di hotel ini yaitu sekitar 4 juta rupiah per malamnya untuk tipe kamar paling murah. Namun ketika saya mencoba untuk menggunakan poin, saya terkejut karena harga kamar tersebut bisa ditebus dengan poin sebanyak 16500 saja, yang dimana harga 1 poin itu sama dengan Rp 125 (menurut valuasi dari PinterPoin.com). Jadi total yang saya tebus adalah hanya sekitar Rp 2jt saja menggunakan poin (atau sama dengan gratis karena tidak mengeluarkan rupiah sama sekali). Sungguh menyenangkan dan menguntungkan sekali untuk mendalami tentang dunia poin ini.

Kira-kira 3 hari sebelum kedatangan, saya mendapatkan pesan whatsapp dari hotel yang menanyakan jam kedatangan, diet requirements (apakah ada alergi makanan atau tidak), dan apabila saya membutuhkan bantuan lainnya. Yang saya notice adalah mereka menyebutkan service ini dengan nama e-butler. Saya penasaran seperti apakah service e-butler ini, dan kemudian saya menanyakan kembali apakah yang dimaksud dengan e-butler. Beliau menjelaskan bahwa e-butler ini adalah layanan untuk membantu tamu hotel apabila ada permintaan khusus yang diperlukan selama menginap di hotel. Layanan seperti apa? Beliau melanjutkan penjelasan layanan seperti permintaan extra handuk/towel, air mineral, kemudian bila ingin memesan sesuatu dari restaurant dan dibawa ke kamar, ataupun request untuk booking restaurant diluar hotel pun mereka dengan senang hati membantu. Layanan seperti ini menurut saya sangatlah unik dan dapat menjadi nilai plus dari hotel ini, terutama bagi orang-orang yang lebih memilih menggunakan text daripada menggunakan telepon untuk berkomunikasi dengan pihak hotel.


Perkenalan singkat mengenai layanan e-butler dari The Hermitage

Sampailah pada hari H kedatangan. Saya kebetulan membawa mobil dan sesampainya di hotel, saya langsung disambut oleh petugas valet dan memberitahu bahwa kalau untuk tamu hotel memang disediakan free valet. Mereka pun membantu menurunkan koper dan barang-barang yang ada di mobil sembari saya lanjut masuk ke hotel untuk melakukan proses check-in.



Reception desk yang terletak di lantai dasar

Proses check-in nya cukup singkat, saya hanya perlu menyerahkan KTP sebagai bukti identitas dan kemudian tanda tangan form persetujuan untuk tidak merokok dalam ruangan. Staff hotel tersebut juga mengabarkan bahwa kamar saya pun dapat upgrade ke kamar tipe Studio Suite. Sungguh senang sekali dimana saya tidak membayar apapun dan dapat upgrade ke kamar tipe Suite. Saya kemudian disuguhi welcome drink berupa iced tea. Segera setelah selesai proses check-in saya diantar oleh staff untuk menuju ke kamar saya. Beliau juga menjelaskan tentang fasilitas yang ada, saya mendapatkan akses club lounge di lantai 8, kemudian ada rooftop bar dan pool di lantai 9.

Sesampainya di kamar, saya segera merasakan nuansa mewah hotelnya pun sangat berasa. Design interiornya berasa sangat khas, dengan dukungan furniture yang selaras. Warna interiornya didominasi oleh warna putih yang memberikan rasa luas dan bersih. Untuk kamarnya sendiri seperti terdiri dari 3 bagian, yaitu ruang tamu, kemudian ruang tidur, dan kamar mandi. Setiap bagian tersebut dipisahkan oleh 2 pintu geser dan gorden. Serasa memiliki rumah sendiri. Hahaha.



Ruang tamu dari kamar tipe Studio Suite, seperti ruang tamu rumah jaman dahulu

Lanjut, di ruang tamu ini terdapat TV dan sofa serta meja, dan sudah tersedia welcome snack seperti buah dan kue-kue. Untuk ruang tidurnya cukup simple, kasur berukuran King size dan TV 42 inch, dan terdapat 2 bedside table di sisi kiri dan kanan kasur. Terdapat pula lemari pakaian di samping TV tetapi tidak terlalu besar ukurannya. Kemudian yang menurut saya paling menarik adalah di bagian kamar mandinya. Terdapat bath tub dengan jendela sangat luas dari lantai hinggal langit-langit. Menurut saya design ini sangat bagus namun kurang praktikal, karena apabila memang benar-benar dipakai maka orang diluar sana akan dapat melihat kedalam apabila penutup jendela itu dibuka (dan terutama karena posisi kamar saya di lantai 2, tidak cukup tinggi sehingga orang masih bisa melihat dari luar ke dalam). Sedangkan apabila gorden ditutup maka ruangan menjadi gelap dan tidak dapat menikmati pemandangan luar sebaik-baiknya. Selain bathtub, terdapat pula vanity mirror yang besar dan mewah, dengan amenities yang cukup komplit, ruang shower dan ruang toilet.



Kamar tidur dan kamar mandi yang mewah dan terasa sangat kental desain kolonialis

Setelah selesai unpacking barang, saya kemudian berkeliling hotel untuk melihat seperti apa club lounge dan rooftop bar yang tersedia. Sebelum kesana, saya sengaja berkeliling di lantai dasar untuk melihat ada apa saja disana. Di tengah-tengah hotel terdapat tanggal berputar yang sangat ikonik untuk hotel ini dengan chandelier raksasa di atasnya. Spot ini sangat sering digunakan untuk sesi pemotretan baik casual ataupun perayaan pernikahan.



Tampak lobby dari hotel yang sangat ikonik, dan ruangan yang sering dipakai untuk acara pernikahan

Kemudian terdapat pula Hermitage Lounge dan restoran 1928 yang terbuka untuk umum. Hermitage Lounge dan restoran 1928 ini memiliki design yang senada tetapi unik dan sangat khas. Terdapat banyak meja dan sofa tersedia untuk tamu, dan karena waktu itu sedang menjelang perayaan imlek, maka terdapat sedikit hiasan seperti tanaman jeruk yang membuat nuansa imlek menjadi terasa.


Lounge dan Restaurant yang terletak di dalam hotel, dapat diakses untuk umum

Lanjut kemudian setelah dari Lounge dan restoran, saya naik ke lantai 8 untuk melihat club lounge. Untuk club lounge ini dikhususkan untuk tamu hotel saja (tidak terbuka untuk umum), sehingga berasa lebih eksklusif. Ketika memasuki club lounge ini, terlihat banyak jendela sehingga berasa lebih airy/terbuka meski tetap menggunakan AC sebagai pendingin ruangan. Terdapat banyak sekali hiasan dan pajangan seperti museum dan terdapat meja-meja yang tersedia untuk tamu hotel. Staff lounge menanyakan nomor kamar saya, kemudian dijelaskan bahwa untuk akses ke club lounge ini bisa dari siang, tetapi hanya tersedia teh dan kopi saja. Untuk minuman lain seperti wine, beer, dan mini buffet akan tersedia pada jam 6-8 malam saja.


Hotel Lounge khusus untuk penghuni/tamu hotel yang terletak di lantai 8


Setelah dari club lounge, saya kemudian naik ke lantai 9 untuk melihat pool dan rooftop bar yang ada. Untuk pool nya menurut saya lumayan kecil, dan kurang menarik karena disekeliling pool langsung terdapat rooftop bar The Vue yang terbuka untuk umum, sehingga kurang privasi. Terdapat pula ruang gym yang cukup lengkap. Untuk bar The Vue ini kita juga bisa naik satu lantai lagi sehingga benar-benar dapat melihat pemandangan sekitar Jakarta sembari menikmati hidangan makanan dan minuman. Sungguh benar-benar cocok untuk nongkrong apalagi sambil menikmati indahnya sunset di Jakarta.



Pool dan gym di lantai 9

The Vue Bar yang menyuguhkan pemandangan cityscape Jakarta di sore hari

Di keesokan harinya, di pagi hari saya mencoba breakfast yang disediakan oleh hotel. Untuk breakfast ini sendiri mulai dari jam 6.30 hingga jam 10 pagi di restoran 1928 yang terdapat di lantai Lobby. Segera saya menuju kesana dan kemudian ditanyai nomor kamar dan saya kemudian diantar menuju meja yang kosong. Untuk breakfast disini menu nya campur, ada yang dapat kita ambil sendiri (buffet) dan ada pula menu ala carte yang bisa kita pesan sesuka hati. Saya kemudian memesan beberapa menu seperti Mushroom Toast, English Breakfast, dan untuk dessert yang manis saya memesan "Rangi" Waffle. Pilihan menu ala carte nya cukup beragam, mulai dari masakan Indonesia seperti nasi goreng, lontong sayur, hingga pilihan western seperti English breakfast hingga Cheese platter. Untuk menu buffet nya sendiri tidak terlalu beragam variasinya, seperti kwetiau goreng, tempe orek, dan yang menarik bagi saya adalah opor ayam. Terdapat pula bermacam roti, jus, dan buah-buahan.



Sajian breakfast di hotel yang beragam namun untuk rasa menurut saya masih bisa diperbaiki

Beberapa menit kemudian setelah itu, menu pilihan saya pun datang. Saya kemudian mencoba Mushroom Toast nya karena sangat wangi. Untuk rasa sendiri saya beri nilai 7, yang sebenarnya sangat disayangkan karena omelet dan jamurnya sudah enak tetapi untuk rotinya berasa sudah lama (tidak fresh) dan berasa dingin. Kemudian untuk English breakfast, saya beri nilai 8 karena porsinya yang memang cukup banyak. Untuk opor ayam yang tadi saya juga ambil sendiri saya beri nilai 9 karena ayamnya masih empuk dan juicy, dan rasa bumbu opornya kuat, sangat cocok untuk dimakan dengan nasi. Sebagai penutup, saya kemudian mencoba Rangi waffle. Kue Rangi merupakan kue yang sudah sangat familiar bagi saya karena ketika saya kecil hampir setiap hari membeli kue rangi sebagai jajanan sepulang sekolah. Kue rangi yang dibuat dari parutan kelapa yang dibakar kemudian diberi gula aren diatasnya, sungguh sangat nostalgia. Namun semua ini tidak tercapai karena ternyata saus yang disediakan sangat berbeda rasanya. Saus nya hanyalah berupa saus kental dengan manis sedikit dan bening. Agak sedikit kecewa dengan sausnya, padahal waffle nya sendiri cukup enak. Untuk waffle ini saya beri nilai 6.

Demikianlah akhir dari pengalaman saya menginap di hotel The Hermitage ini. Pengalaman yang cukup unik dan menyenangkan karena design hotelnya dan fasilitasnya, kemudian sedikit kecewa karena breakfastnya menurut saya masih bisa diperbaiki kualitasnya. Namun semua ini tidak menutup keinginan saya untuk kembali ke hotel ini apabila sedang ada kesempatan kembali ke Jakarta. Terimakasih hotel The Hermitage untuk pelayanannya, sampai jumpa kembali!



Room: 9

Service: 8

Location: 7

Breakfast: 7

Price: 7

Overall: 38

Recent Posts

See All

Comentários


Contact Us

Have questions, suggestions, or partnership opportunities? We would love to hear from you! Get in touch with us via the contact form below or connect with us on social media. We'll respond to your inquiries promptly.

bottom of page